CIPUTAT TIMUR—Sehari setelah dilantik pada Sabtu, 10 Agustus 2025, suasana di Madrasah Diniyah Sabilussalam langsung terasa berbeda. Dua sosok muda, Ustazah Aufa Fitria, Lc., MA., sebagai Kepala Madrasah, dan Ustazah Nidaul Hasanah, S.H., sebagai Kepala Bagian Tata Usaha (TU), serta dua orang guru yang baru ustazah Dara Alivianti dan ustazah Lu’luil Maknum, S.Hum., MA, tak membuang waktu. Dengan semangat “tancap gas“, mereka langsung memulai langkah-langkah strategis untuk revitalisasi madrasah, mulai dari perbaikan fisik hingga penataan kurikulum. Langkah cepat ini seakan menjadi penanda era baru yang penuh gairah dan harapan bagi masa depan pendidikan di lembaga ini.
Gerakan pembenahan fisik menjadi prioritas utama
Seluruh pengurus dan staf madrasah terlibat dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan yang menyeluruh. Halaman, ruang kelas, hingga sudut-sudut madrasah dibersihkan dari debu dan sampah. Tak hanya itu, perbaikan infrastruktur yang selama ini terabaikan juga langsung ditangani. Pintu kelas yang rusak, termasuk kunci-kuncinya, diperbaiki agar keamanan dan kenyamanan belajar santri lebih terjamin. Lampu atau bohlam yang mati segera diganti, memastikan setiap ruangan mendapatkan pencahayaan yang optimal. Perbaikan saklar dan colokan listrik yang rusak juga menjadi perhatian serius demi keselamatan seluruh warga madrasah.
Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan pengajian, pengadaan fasilitas baru juga dilakukan. Madrasah membeli kipas angin baru untuk memberikan kenyamanan saat santri belajar di kelas. Selain itu, karpet baru juga disiapkan untuk menunjang kegiatan pengajian, menciptakan suasana yang lebih khusyuk dan nyaman. Di sisi kebersihan, pengadaan alat-alat kebersihan yang lengkap dan memadai menjadi bukti komitmen pengurus dalam menjaga lingkungan madrasah tetap higienis dan terawat.
Transformasi Akademik dan Keterlibatan Wali Santri
Selain fokus pada perbaikan fisik, kepemimpinan baru ini juga secara serius mengevaluasi dan menata ulang proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Langkah pertama yang krusial adalah tes BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) dan bacaan shalat bagi seluruh peserta didik. Tes ini bukan sekadar formalitas, melainkan alat diagnostik untuk memetakan kemampuan santri secara akurat. Berdasarkan hasil tes awal ini, pengurus kemudian melakukan pembagian kelas yang lebih efektif, memastikan setiap santri mendapatkan pengajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuannya. Penataan kelas yang berbasis kompetensi ini diharapkan dapat mempercepat proses belajar dan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an serta pemahaman ibadah mereka.
Langkah strategis lainnya adalah keterlibatan aktif wali santri. Pada tanggal 19 Agustus 2025, Madrasah Diniyah Sabilussalam mengadakan rapat wali santri yang dihadiri dengan antusias. Dalam pertemuan ini, pengurus madrasah melakukan sosialisasi program kerja, kurikulum baru, serta memperkenalkan para guru yang akan mengajar. Momen ini menjadi jembatan komunikasi yang penting antara pihak madrasah dan orang tua, membangun sinergi yang kuat dalam mendidik santri. Keterbukaan informasi tentang kurikulum dan program madrasah juga menunjukkan komitmen pengurus untuk menjalankan pendidikan yang transparan dan kolaboratif.
Memperingati Kemerdekaan dengan Gembira dan Rencana Masa Depan
Di tengah kesibukan pembenahan dan penataan, Madrasah Diniyah Sabilussalam tidak melupakan momen istimewa. Pada tanggal 18 Agustus 2025, madrasah turut merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-80 dengan berbagai perlombaan yang meriah dan edukatif. Perlombaan yang diadakan tidak hanya mengasah kreativitas dan sportivitas, tetapi juga nilai-nilai keagamaan. Salah satu lomba yang paling menarik adalah lomba hafalan surah pendek, yang menguji kemampuan santri dalam menghafal Al-Qur’an. Lomba ini menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme dan religiusitas dapat berjalan beriringan. Selain itu, lomba kerupuk sambil duduk juga diadakan, menambah keceriaan dan kebersamaan di antara para santri, guru, dan pengurus.
Tak berhenti di situ, semangat revitalisasi ini juga diarahkan pada pertumbuhan madrasah. Saat ini, pengurus sedang menyiapkan materi promosi seperti brosur, flyer, dan spanduk untuk membuka pendaftaran santri baru periode 2025-2026 gelombang kedua. Persiapan ini menunjukkan optimisme dan ambisi kepemimpinan baru untuk menjangkau lebih banyak calon santri dan memperluas kebermanfaatan madrasah bagi masyarakat.
Dengan serangkaian langkah cepat dan terencana ini, Madrasah Diniyah Sabilussalam di bawah kepemimpinan Aufa Fitria dan Nidaul Hasanah menunjukkan geliat kebangkitan yang menjanjikan, siap menyongsong masa depan pendidikan Islam yang lebih cerah.
