Dari Wakaf Menjadi Mercusuar Pendidikan
Kisah Madrasah Diniyah Sabilussalam bermula dari sebidang tanah wakaf seluas 710 meter persegi. Tanah ini diwakafkan oleh almarhum Bapak Marzuki, sebuah langkah mulia yang menjadi pondasi berdirinya Yayasan Islam Sabilussalam pada 24 Oktober 1981. Legalitas yayasan diperkuat dengan akta notaris No. 23 tanggal 12 November 1981, yang disahkan oleh Notaris R. Soerojo Wongsiwidjojo, SH.
Di atas lahan wakaf itu, didirikanlah Madrasah Diniyah Sabilussalam. Selama lebih seperempat abad, tepatnya dari tahun 1981 hingga 2009, institusi ini konsisten beroperasi di bawah nama tersebut. Namun, pada tahun 2009, berdasarkan SK Kementrian Agama kabupaten Tangerang Nomor Kd. 28.04/6/BA.01.1/1491/2009, sebuah perubahan nama terjadi. Madrasah Diniyah Sabilussalam bertransformasi menjadi Taman Kanak-Kanak Qur’an (TKQ) dan Taman Pendidikan Qur’an (TPA), sebuah penyesuaian yang mungkin bertujuan untuk lebih fokus pada pengajaran Al-Qur’an.
Kini, hampir 15 tahun setelah perubahan itu, sebuah keputusan besar diambil. Mulai tahun ajaran 2025, TKQ-TPQ Sabilussalam kembali ke nama asalnya, Madrasah Diniyah. Rebranding ini bukan hanya sekadar perubahan nama, melainkan juga sebuah pernyataan visi untuk kembali memperkuat peran sebagai madrasah yang menyeluruh, sesuai dengan esensi awal berdirinya.
Estafet Kepemimpinan dalam Tiga Dekade
Sejak awal didirikan, kepemimpinan Madrasah Diniyah Sabilussalam telah berganti tangan sebanyak sembilan kali. Setiap pemimpin, dengan gaya dan visinya masing-masing, telah memberikan kontribusi penting dalam mengukir perjalanan madrasah ini.
- Drs. Azhar Munadi memimpin pada periode awal (1990-1995), meletakkan fondasi yang kokoh bagi operasional madrasah.
- Estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Ah. Azharuddin Lathif, S.Ag (1996-1998) dan Muhammad Muhibbin, S.Ag (1999-2001), yang keduanya berperan dalam menjaga keberlangsungan madrasah di era transisi.
- Selanjutnya, Muhammad Yusuf, S.Ag (2001-2002) dan Febriani, S.Pdi. (2003-2004) membawa sentuhan baru dalam pengelolaan lembaga.
- Pada masa transisi nama menjadi TPA, kepemimpinan dipegang oleh Muhammad Wadi’in, S.Pd (2005-2006) dan M. Taufik Aziz, S.Pd (2007-2009).
- Tongkat kepemimpinan kemudian beralih ke tangan Sarim (2010-2013), yang mengemban tugas di era modernisasi pendidikan.
- Salah satu periode kepemimpinan terlama dipegang oleh Asep Edi Sudrajat, S.Pd M.M. Gr. (2014-2024), yang berhasil mengelola madrasah selama satu dekade penuh.
- Terakhir, pada tahun 2025, pucuk pimpinan dipegang oleh Aufa Fitria, Lc., M.A., yang kini menghadapi tantangan sekaligus peluang untuk memimpin Madrasah Diniyah Sabilussalam di era barunya.
Kurikulum Berstandar Nasional
Kembalinya nama Madrasah Diniyah juga dibarengi dengan penerapan kurikulum yang lebih terstruktur. Madrasah ini kini mengadopsi standar Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 5941 Tahun 2023. Aturan ini menjadi pedoman utama dalam pengembangan kurikulum, memastikan kualitas pendidikan yang relevan dan berstandar nasional.
Sebagai salah satu lembaga pendidikan keagamaan non-formal, MDT Sabilussalam berfungsi sebagai pelengkap bagi siswa yang mengenyam pendidikan formal di sekolah umum, mulai dari tingkat SD/MI hingga SMA/SMK/MA. Ini adalah kesempatan emas bagi para siswa untuk memperdalam wawasan keagamaan mereka, melengkapi ilmu pengetahuan umum yang mereka dapatkan di sekolah formal.
Penerapan kurikulum MDT juga membawa struktur jenjang yang jelas, sesuai dengan yang dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) 55 tahun 2007. Ada tiga jenjang pendidikan yang ditawarkan:
- MDT Ula (Dasar): Masa belajar 6 tahun, setara dengan pendidikan dasar.
- MDT Wustha (Menengah): Masa belajar 3 tahun, setara dengan pendidikan menengah pertama.
- MDT Ulya (Menengah Atas): Masa belajar 3 tahun, setara dengan pendidikan menengah atas.
Dengan struktur ini, Madrasah Diniyah Sabilussalam menawarkan jalur pendidikan keagamaan yang terstruktur dan berjenjang. Setiap tingkatan dirancang untuk memberikan pemahaman Islam yang komprehensif, mulai dari dasar hingga tingkat lanjut.
Sebuah Babak Baru
Perubahan nama dan penerapan kurikulum baru menandai sebuah babak baru dalam sejarah Madrasah Diniyah Sabilussalam. Ini adalah momen untuk kembali ke akar, memperkuat identitas sebagai madrasah yang menjadi mercusuar ilmu agama di Ciputat, Tangerang.
Dengan sejarah panjang, dedikasi para pemimpin, dan kurikulum yang terstruktur, Madrasah Diniyah Sabilussalam siap melanjutkan perannya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berwawasan keagamaan yang luas. Langkah ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan agama yang berkualitas dan relevan di era modern ini.
Kembalinya Madrasah Diniyah ini adalah sebuah perayaan atas perjalanan panjang yang telah dilalui, sebuah penghormatan terhadap pendiri dan para pemimpin yang telah mengabdi, serta sebuah janji untuk terus memberikan yang terbaik bagi pendidikan anak-anak muslim di Indonesia.
