
CIPUTAT, 10 SEPTEMBER 2025 – Semangat menanamkan nilai-nilai agama Islam di kalangan generasi muda terus mengalir kuat di Ciputat. Dukungan nyata kembali datang dari seorang dermawan, Ibu Sulistiyowati, yang dengan tulus menghibahkan 30 mushaf Al-Qur’an kepada para santri Madrasah Diniyah Sabilussalam. Penyerahan bantuan yang sarat makna ini berlangsung pada hari Rabu (10/9) di lingkungan madrasah, dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, Ibu Aufa Fitria, Lc, MA, para guru, dan disaksikan oleh wajah-wajah ceria para murid.
Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti acara sederhana namun khidmat tersebut. Mushaf Al-Qur’an tersebut diterima langsung oleh pengurus madrasah, yang merasa sangat terbantu dengan donasi ini. Mengingat kondisi sebagian besar kitab suci yang selama ini digunakan para santri sudah usang dan lusuh, bantuan ini datang pada saat yang sangat dibutuhkan.
Kepala Madrasah Diniyah Sabilussalam, Ibu Aufa Fitria, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepedulian Ibu Sulistiyowati. “Donasi ini sungguh sangat berarti bagi kami. Selama ini, banyak santri yang harus bergantian menggunakan mushaf karena jumlahnya terbatas dan kondisinya kurang layak. Dengan adanya mushaf baru ini, kami berharap semangat anak-anak untuk membaca, mempelajari, dan menghafal Al-Qur’an akan semakin meningkat,” tuturnya.
Perwakilan pengurus madrasah menambahkan bahwa niat baik Ibu Sulistiyowati ini bukan hanya sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi juga sebagai motivasi spiritual. “Ibu Sulistiyowati memberikan donasi ini dengan harapan agar anak-anak semakin giat belajar Al-Qur’an dan bisa mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” ujarnya, seraya mendoakan kebaikan bagi sang dermawan.
Masa Depan yang Lebih Cerah dengan Mushaf Baru
Kegembiraan tidak hanya dirasakan oleh para pengurus, tetapi juga oleh para santri. Dengan mata berbinar, mereka menerima mushaf baru yang masih terbungkus rapi. Senyum merekah di wajah mereka, menyiratkan tekad untuk lebih rajin dalam mengaji dan menghafal. Seorang santri kelas tiga, Ahmad (9), mengungkapkan kegembiraannya. “Alhamdulillah, sekarang saya punya Al-Qur’an baru. Nanti saya janji akan lebih rajin lagi mengaji dan menghafal,” katanya dengan polos.
Bantuan ini juga menjadi dorongan moral yang kuat bagi para pengajar di Madrasah Diniyah Sabilussalam. Mereka bertekad untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memastikan setiap santri mendapatkan bimbingan terbaik dalam memahami isi kandungan Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa pendidikan agama tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada dukungan dan kepedulian dari masyarakat.
Fenomena ini menegaskan bahwa kepedulian masyarakat terhadap pendidikan agama masih sangat tinggi. Hibah mushaf Al-Qur’an ini bukan hanya sekadar bantuan praktis, melainkan juga simbol dari komitmen kolektif untuk melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, memiliki akhlak mulia, dan siap menjadi penerus bangsa yang beriman dan berkarakter. Bantuan ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh elemen di Madrasah Diniyah Sabilussalam, dari pengurus, guru, hingga santri, untuk terus berjuang demi pendidikan agama yang lebih baik. Kisah Ibu Sulistiyowati menjadi inspirasi nyata, bahwa satu tindakan kebaikan bisa membawa dampak yang luas dan berkelanjutan bagi masa depan pendidikan di Indonesia.
